#NikahMuda

gegara fenomena anak gantengnya ustad nikah umur 17 tahun, fitur explore instagram gue dibanjiri akun-akun (katanya) dakwah pada nyuruh nikah muda, yang di-like entah siapa di list following gue. this is why I do not follow those (katanya) dakwah...

Gegara fenomena anak gantengnya ustad nikah umur 17 tahun, fitur explore instagramku dibanjiri akun-akun (katanya) dakwah pada nyuruh nikah muda, yang di-like entah siapa di list following aku. This is why I do not follow those (katanya) dakwah accounts. Baik di line ataupun ig sebagai socmed aktif aku. Bukannya mengajak perempuan untuk produktif agar lebih berguna bagi sesama, ini malah kontennya bikin galau dan mendorong perempuan agar buru-buru menikah. Meh. Apa bedanya akun yang (katanya) dakwah itu sama akun-akun abege labil yang isinya galauin cowok? Beda bungkus aja sih. Satu pakai bungkus agama, satunya enggak. Tapi isinya sama. Ngebet pengen berdua-duaan sama lawan jenis.

I mean, yes I believe marriage is completing half of our deen, tapi nikah bukan balapan yang harus diburu-buru kan? Kenapa nggak lebih mengarahkan perempuan untuk mengejar pencapaian-pencapaian mereka? Karena toh kalau memang yakin dengan takdir Allah, tulang rusuk yang hilang juga akan dipertemukan dengan pemiliknya at the right time, kan? Bukannya maksain buru-buru minta dihalalin biar bisa saling pegangan, ciuman, dan ena-ena dengan dalih ibadah. Marriage is so much more than making sex halaal.

Output gerakan si akun-akun (katanya) dakwah ini bikin jadi banyak perempuan muda ngebet nikah karena ingin segera dihalalkan (duh, tapi kamu kan bukan babi?!?!?) dan ngebet minta dikhitbah. Seolah pilihan hidup perempuan muda cuma dua: NIKAH MUDA atau PACARAN. Pacaran (katanya) mendekati zina. Jadi daripada dosa mendingan nikah muda.

Like… Hell-o, Man……

Picik sekali rasanya kalau para penggerak (apa yang mereka yakini sebagai) dakwah ini berpikir perempuan kalau nggak nikah muda, ya pasti bakal buang-buang waktu dengan pacaran gak ada juntrungan. Entah darimana sesat pikir macam ini berawal. Mereka kayak lupa perempuan itu adalah madrasah pertama anaknya, yang pastinya seorang perempuan butuh banyak mengeksplor ilmu pengetahuan dan pengalaman supaya anaknya bisa dididik oleh sosok ibu cerdas dan berwawasan luas. Jadi apa kalau nggak nikah muda, perempuan pasti akan menghabiskan waktunya cuma buat pacaran? Emang otak perempuan isinya cuma lelaki doang?

Duh!

Aku bisa dibilang super jarang melihat akun (katanya) dakwah yang mendorong perempuan mencari ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya atau memperluas pergaulan sampai ke kancah global sebagai bekal untuk mendidik anak masing-masing di masa depan nanti.

Isi akun itu melulu cuma: ayo nikah, ayo halalin aku, ayo kasih aku kepastian…

dengan balutan agama.

Buat aku efek yang diciptakan akun-akun (katanya) dakwah ini sama mengerikannya dengan (apa yang mereka yakini sebagai) konspirasi yahudi. Sudah banyak perempuan yang “teracuni” untuk ngebet dihalalkan, meskipun bisa jadi secara mental belum siap. Padahal anak butuh keluarga harmonis dan orangtua yang tidak labil.

All in all, mau nikah umur berapapun, itu pilihan masing-masing individu. Tapi mbok ya janganlah menggencarkan nikah muda dengan cara-cara yang salah. Dibalutkan agama dan membuat perempuan jadi galau menunggu pangeran berkuda putih datang meghalalkan (padahal si perempuan bukan babi peliharaan). Ujung-ujungnya karena ngebet nikah tapi masih labil, banyak juga yang minta cerai karena nggak kuat menerpa badai rumah tangga. Aku baca di artikel pikiran rakyat, angka perceraian di Indonesia bahkan mencapai 1000 per harinya, dan sekitar 40 kasus per jamnya. Nggak bisa dipungkiri dari angka sebanyak itu banyak mereka-mereka yang menyesali kelabilan akan kengebetan mereka yang dulu ingin buru-buru minta dihalalkan. Contoh masalah yang terjadi akibat fenomena ini adalah masalah keuangan. Yes. Doo-eet. (sumber: buku The Alpha Girl’s Guide by Henry Manampiring)

Padahal masa-masa muda itu bisa dipakai dengan melakukan banyak hal di dunia ini. Terlalu banyak ilmu pengetahuan, terlalu banyak jenis orang, dan terlalu banyak tempat untuk dieksplor. So please, jangan mendoktrinkan sesat pikir “nikah muda biar lekas halal”. Karena kamu bukan babi. Eh bukan deng, karena nikah bukan cuma menghalalkan pegangan tangan, ciuman, dan seks. Kalau memang sudah siap dengan segala konsekuensinya, oke, itu pilihanmu. Tapi gak usah “meracuni” perempuan lain yang merasa belum siap untuk mengikuti jejakmu juga.

Karena yang diekspos akun-akun (katanya) dakwah itu juga cuma bagian enaknya nikah muda doang. Macam gunung es aja. Di bawahnya jelas banyak masalah dan justru malah itu yang esensial tapi nggak pernah dibahas mendalam. Entah kenapa. Padahal masalah basic seperti problem finansial atau emosi kedua belah pihak yang masih mirip bocah merupakan hal krusial yang penting dibahas kalau mau menikah muda.

Jangan berdalih dengan cuma punya modal nekat aja ngelamar dan atau menerima lamaran anak orang. Ini pernikahan, bukan mau terjun buat sky diving. Nekat doang gak bakal bisa beli susu bayi atau bayar listrik. Kecuali situ mau nekat menodong kasir minimarket atau kasir pln buat memenuhi kebutuhan-kebutuhan rumah tangga. Yakali banget kan?

Buat kamu-kamu yang sudah menikah dalam usia yang terbilang muda: Selamat! Kamu sungguh sangat berani menempuh hidup baru yang isinya kamu dan pasanganmu (dan juga anak-anak kalian), bukan cuma dirimu sendiri lagi. Aku paham, meskipun dua orang yang hidup bersama akan lebih menggandakan masalah daripada satu orang, tapi jelas kebahagiaannya juga berlipat ganda dibandingkan dengan kami-kami yang masih hidup untuk diri sendiri. Aku berdoa semoga kalian selalu diberkahi hidup dan pernikahannya.

Buat kamu-kamu yang galau-galau pengen dikhitbah: yakinkan hati, beneran udah siap? atau cuma disiap-siapin, padahal sebetulnya cuma pengen bisa punya pasangan halal buat pegangan tangan dan enak-enakan? Kalau beneran udah siap, Selamat! Semoga pangeranmu lekas datang.Kalau ternyata belum, ya santai cyin, hidupmu masih panjang. Di Pakistan sana, dulu Malala Yousafzai sampai ditembak taliban karena memperjuangkan hak-hak perempuan untuk bersekolah. Lah kamu sudah hidup di negara yang tidak mempermasalahkan sekolah bagi anak perempuan, masa galau berkepanjangan hanya karena Allah belum memberi sang pangeran? Malu atuh ih sama Malala. Padahal akses kamu untuk mendapatkan pendidikan dan memperluas pengetahuan gak sesulit saudara-saudara kita di pakistan. Ingat an-nuur 26 laaah. Pastinya perempuan cerdas juga untuk lelaki cerdas juga kan?

Buat kamu-kamu yang masih ingin mengeksplor banyak tentang dunia sebelum menikah: Selamat! Anak-anak berhak terlahir dari rahim ibu yang cerdas dan suamimu berhak mendapatkan pasangan hidup yang mampu menopang keutuhan rumah tangga dengan pengetahuan dan pengalamannya.

Buat kamu-kamu lainnya yang kebetulan baca tulisanku sampai disini: ini suara hatiku dan beberapa netizen di Ask.fm Om Manampiring yang lelah dengan fakta kalau tren nikah muda tapi modal nekat semakin dikuarkan oleh akun-akun (katanya) dakwah. Beberapa dari kalian mungkin nggak setuju dengan opini ini dan beberapa mungkin berpikir “liberal amat sih lu jadi cewek”. It’s okay, kita punya sudut pandang masing-masing. Aku hargai pendapat kalian bila berbeda dariku. And I hope you guys do the same thing too.

Changhua, 
15 Oktober 2016

-DEE- 

sumber gambar: ask.fm/manampiring
sumber artikel: Pikiran Rakyat Online
sumber buku: The Alpha Girl’s Guide by Henry Manampiring. milik pribadi penulis. worth to read.

Disalin dari tulisan: http://rievinskafirsty.tumblr.com/post/148671776497/gegara-fenomena-anak-gantengnya-ustad-nikah-umur

#OPINI 

Advertisements

What a Day!

Today, I had a very rough day. I got up early to go shopping, but as soon as I stepped out of the door, it began to rain, so I had to go back to the apartment and got my umbrella. The elevator was out, so I had to climb six flights of stairs to get to my place. 😵

When I got back downstairs, I was so exhausted that I had to sit down on a bench to rest. By that time, it had stopped raining, but the ground was still wet. A black dog came to where I was sitting and begged for something to eat. I tried to ignore him, but he splashed water all over my brand new shoes. Finally, the bus came, and I was on my way to the supermarket.

When I go to the supermarket, I realized I had forgotten my shopping list, so I couldn’t remember anything I wanted to buy. 😣 The cashier was too busy to help me, so I gathered up a few items and carried them to the counter. After the cashier finish ringing up my purchase, he gave me the wrong change and stuffed my groceries into my small shopping cart. I was not in a good mood when I left the supermarket.

If that wasn’t bad enough, I had a terrible time on the bus ride home.😢 First, the bus driver yelled at me because I took too much time to get on. Couldn’t he see that I had a cart full of groceries? 😖 Then, there were no seat. I’m sure that someone on the bus could have offered me a place to sit, but everyone was so rude. They pretended not to see me.😭

I just stood there, leaned on one of the poles in the aisles, put my head down, and sighed!  😪 😓

 
150916, Dee

Ketika Tuhan Berhenti Menghitung

Hari ini rasanya lelah sekali. Taiwan sedang dalam musim panas dan cuaca tak begitu bersahabat, mendung. Tapi semoga saja tak hujan, aku masih punya cucian sepatu yang sudah tiga hari ini belum juga kering. Ah, semoga tak menjadi bau dan busuk.

Aku baru saja bangun dari tidur panjangku (maksudku dari dini hari tadi sampai sekarang kira-kira sudah pukul setengah tiga sore), ketika handphone ku berbunyi dan aku lihat banyak sekali notifikasi yang masuk. Setelah aku cek satu persatu, mataku terpaku pada satu baris notifikasi yang langsung membuat seluruh tubuhku terasa lemas, tulang-tulangku seperti pergi dari tempatnya. Entah perasaan apa ini.

Aku mengenalnya dengan nama Qhia Auryantie Syalindri. Dia memperkenalkan dirinya padaku waktu itu, pada waktu konser PAS BAND di Taipei Main Station dua tahun yang lalu, sebagai seorang Syalindri.

“Panggil saja Syalindri”. Katanya.

Entahlah, aku tak begitu dekat dengannya, aku juga tak begitu mengenalnya dengan baik. Tapi aku tau, dia gadis yang cerdas. Aku bisa lihat itu dari cara dia berbicara dan menanggapi sesuatu yang kita obrolkan saat itu. Syalindri gadis yang berani, dia berani mengeluarkan pendapatnya dan dia punya prinsip. Setidaknya itulah yang aku tangkap dari perkenalan singkatku dengannya. Hanya beberapa kali bertemu saja setelah itu, itupun buru-buru dan tak sengaja. Dan sempat beberapa kali juga ngobrol di jejaring sosial.

Lalu ketika membaca notifikasi yang isinya kabar duka dari seorang teman tentang dirinya, memberitahukan bahwa Syalindri meninggal dalam kecelakaan di Indonesia, aku sempat tak percaya. Aku pikir aku masih dalam keadaan tertidur dan ini hanya mimpi. Tapi.. Auw!! Sakit kalau dicubit. 😦

Aku terdiam…

Ini bukan perihal berapa lama kau mengenal seseorang. Atau berapa jauh kau mengetahui tentang kehidupannya. Tapi ini perihal masa, perihal waktu. Setiap orang mempunyai masanya sendiri, setiap orang mempunyai waktunya sendiri di dunia ini. Dan kau tak akan pernah tahu kapan masamu telah berakhir dan waktumu telah tiba. Tuhan akan selalu menghitung. Dan pada saatnya nanti, Tuhan akan berhenti menghitung.

Selamat jalan Syalindri..

Tuhan telah memutuskan untuk berhenti menghitung angka-angkamu. Tuhan ingin kau segera menemui Nya, Dia pasti sangat merindukanmu. Bersenang-senanglah bersama Nya disana, itu pasti lebih menyenangkan dari pada berada di bumi yang gaduh ini. Ah.. semua orang pasti iri padamu. Aku juga. Percayalah, tak ada tempat yang lebih indah selain berada di sisi Nya. Kami semua disini akan selalu mendoakanmu. Kami semua akan merindukanmu.

Oh ya, satu lagi. Sampaikan salamku untuk Tuhan. Bilang pada Nya, aku titip dirimu. 🙂

 

*Tulisan ini aku dedikasikan untukmu, Syalindri. Untuk teman-teman VIKING Taiwan mu, dan untuk keluarga tercintamu.

14263979_1346838858659814_701756931078235280_n

Taiwan, 06092016

“Aku, Dee.

Teman yang mungkin tak terlalu dekat denganmu, tapi telah mengagumimu”.

 

BAPER attack!

Ini kejadian hari sabtu yang lalu, pas aku ketemuan sama dua sahabatku, Gode sama Nong. Kita bertiga teman sekampus, sejurusan, dan sekelas pula. Cuman engga sekamar aja sih, engga sebapak dan seibuk juga. Kita punya banyak kesamaan. Apapun kita selalu sharing, termasuk soal pacar. Maksudku sharing soal tipe pacar masing-masing, bukan sharing pacarnya. Eh, engga punya pacar juga ding 😀

Ya gitu, mungkin karena kebanyakan tipe jadi sampai sekarang kita bertiga masih menyandang status jomblo. Dan karena itu juga kita bertiga sering banget jadi baper, alias ‘Bawa Perasaan’. Eh bener gak sih? Bener kan ya? Pokoknya anggep aja bener.

Hari itu kayak biasanya, kita nyari tempat untuk makan dan ngobrol bareng. Dan, setelah melalui perdebatan yang panjang  dan melelahkan, dengan segala argumen dan teori masing-masing, akhirnya kita berhasil menemukan tempat yang cocok, SEVEN ELEVEN (Padahal sebenernya mah udah disepakati dari awal kalo kita emang mau makan disitu. Ini maksudnya biar panjang aja tulisannya sih) 😀

Eh tapi sebentar. Tadi sebelum aku nulis cerita ini, aku sempat ngomong dulu sama Gode. Minta persetujuan gitu lah, takut kualat sama yang tua kalo engga ijin dulu. Hahaha..

“Tulis jangan?”

“Kudu banget ya di tulis?”

“Iyalah!”

“Biar apa?”

“Biar di baca lah. Tulisan kan di tulis untuk dibaca. Gimana sih lu?”

Nong nya diem aja dari tadi. Tapi pas Gode masih dalam proses mikir dia mau jawab apa, Nong tiba-tiba nyeletuk.

“Iya Pot, udah biarin aja Poo tulis. Siapa tau kan nanti yang baca cowok, terus ngajak kita kenalan. Jadi aja kita gak jomblo.”

Aku sama Gode diem. Sumpah. kita speechless banget denger Nong ngomong gitu. Tumben ni anak pinter.

Oke, kita lanjutin cerita yang tadi. Kita udah nyampai di SEVEL. Aku sama Gode pesen kopi lalu ke rak paling belakang bagian makanan siap saji. Sementara Nong seperti biasa, dia ambil Green Milk Tea sama Cha Ye Tan. Ya semacam telor bacem gitu lah kalo di Indonesia. Oh iya lupa, kita sekarang sedang tidak berada di Indonesia, tapi di Taiwan. Ceritanya lagi jadi Mahasiswa Part Time (baca: separo kuliah separo kerja).

Nah, pas lagi milih-milih makanan tiba-tiba Gode diem, sambil pegang satu bungkus makanan instan yang cara makannya tinggal di microwave doang.

“Kenapa lu De?”

Dia diem. Engga jawab malah mukanya tambah sedih gitu.

“Heh! Kenapa sih lu? Sakit?”

“Engga Poo”

“Trus??”

Sebentar, aku lupa ngasih tau kalo Gode sama Nong biasa panggil aku dengan Poo. Dan Nong biasa panggil Gode dengan Pot. Bingung kan? Sama, aku juga. Yasudah, engga penting. Oke, lanjut.

“Poo, lu sadar gak sih? Kita kalah sama Chicken Fillet ini.”

“Kok bisa? Kenapa? Apa hubungannya?”

“Lu liat sendiri aja deh.”

Masih bingung sih sebenernya pas aku liat kemasan Chicken Fillet itu. Aku pikir ada gambar K-Pop boy band favorit nya Gode. Tapi perasaan biasa aja, cuman gambar paha ayam doang, gak ada yang istimewa.

“Paansi De, gak ngerti deh.”

“Ini Poo, ini! Masa lu gak liat sih. Ini aja ada yang manggil HONEY, masa kita gak ada sih Poo?!”

“Ah elaaaaahhh….. dasar jomblo!” -_-

*(kayak aku engga aja, padahal sih engga. Eh iya. Eh engga. Iya gak sih? TAU DAH, BODOAMAT!)

Sementara nong di bagian rak lain masih sibuk sama telur bacemnya. Aku sama Gode nyusulin dia kesana dan kita mulai makan sambil ngobrol panjang lebar. Selesai makan kita langsung pergi. Rencana sih mau mampir ke rumah Gode, karena kebetulan emang deket dari situ.

Lumayan lama sih disana. Sampai Nong ketiduran juga. Ah, Nong anaknya mah emang gitu, suka tidur sembarangan. Kalo aku sama Gode mah rajin. Aku anaknya mah rajin baca, kalo Gode rajin bersih-bersih. Iya, bersih-bersih makanan. Hahaha..

Eh, udah sore aja. Itu artinya kita harus bubar, pulang kerumah masing-masing. Karena aku capek banget hari itu, aku putuskan untuk naik taksi aja. Gode telponin taksi pake telpon rumah dia. Tau banget sih aku lagi gak ada pulsa. Heheuu..

Lima menit kemudian taksinya dateng. Aku pamit sama Gode sama Nong. Nah, pas aku mau masuk taksi nih, Nong yang dari tadi lebih banyak diemnya daripada ngomongnya (tapi lebih banyakan lagi makannya sih). Tiba-tiba dia ngomong.

“Pot, kasian banget ya gua.”

“Kenapa Nong?”

“Itu Pot, si Poo.”

“Poo kenapa?”

“Kenapa gua, Nong?” (Aku kaget dong)

“Elu Poo, elu! Elu aja malem minggu ada yang jemput, masa gua engga Poo!”

“AH ELAAAAAAH……….. MENOOOONG!!!” -_- -_- -_-

Serempak aku sama Gode pergi, aku masuk taksi dan Gode ngeloyor masuk kerumah. Plis deh Nong, itu yang jemput sopir taksi, bukan Monkey D. Luffy. Gode juga, plis deh. Itu cuman varian rasa Chicken Fillet, bukan…… ah sudahlah.

Sebentar, lihat jam dulu. Eh, sudah malem ternyata. Yuk tidur, besok aku lanjutin lagi ceritanya. Selamat malam. Selamat tidur.

Mimpi baik ya 🙂14191748_1259661090724365_2114621189_o

 

*NOTE : cerita dalam tulisan ini cuman fiksi, tapi tokoh-tokohnya nyata kok. Percaya aja pokoknya. Hahaha..

 

 

BUKU BERJALAN, mimpi sederhanaku.

Screenshot_20160830-151522_1Tuhan, terima kasih. Mungkin hanya kata itu yang bisa aku sampaikan pada Mu. Selebihnya, ada dalam hatiku dan Engkau Maha Tahu.

Aku Dee, seseorang yang punya mimpi sederhana. Mimpi ingin melihat kaumku (perempuan) lebih pintar, lebih cerdas dan lebih dihargai. Terutama para Tenaga Kerja Wanita disini. Ya, aku tinggal di Taiwan. Negara kecil yang nyaman dan sangat maju. Aku pecinta buku, aku suka membaca, menulis dan bertanya.

Hari itu, Minggu tanggal 24 April 2016. Pergerakan pertama yang berani dariku, seorang wanita yang tengah hidup di perantauan. Keinginanku hanya ingin berbagi, berbagi ilmu dan pengetahuan yang aku punya, apapun caranya. Dengan beberapa buku yang kugendong dalam tas punggungku dan dengan niat baik berbagi dengan sesama, aku berangkat untuk mengemper. Aku bawa berjuta harapan agar apa yang akan aku lakukan ini bisa diterima oleh mereka. Aku ingin membangkitkan minat baca mereka dan menyebarkan virus membaca pada mereka.

Mimpi sederhana inilah yang melahirkan dia, BUKU BERJALAN.

Berat rasanya ketika membayangkan harus mewujudkannya sendiri. Tetapi niat baik pasti akan dimudahkan. Lima orang sahabat datang untuk menguatkan. Umam, Mbak Tari, Zuhri, Hamid, dan Mer. Uda Wandi untuk desain logonya. We made it guys! Thank you. Tanpa kalian BUKU BERJALAN ini takkan pernah ada.

Aku belajar banyak hal dari sini. Persahabatan, kesabaran, dan konsistensi. Prinsipku hanya satu “JADILAH NYALA LILIN SAAT ORANG LAIN MENGUTUK KEGELAPAN”.

Semoga, apa yang aku lakukan ini bisa membantu mewujudkan mimpi-mimpi mereka yang mungkin masih tersimpan rapi. Dan semoga yang mempunyai wewenang juga bisa sedikit memberikan support kepada ku disini, bukan hanya kepada mereka yang sedang antri memperpanjang paspor (eh gimana 🙄), Amin.

#bukuberjalan

#sleeplessreadmore

fb_img_1471733515621.jpg

 

Kenalan dulu yeehh…

Assalamualaikum..

Hey! Kalian! Apa kabar? Masih inget aku? itu loh yang katanya anaknya pendiem, yang aslinya tua tapi masih keliatan muda, yang sama temen-temennya suka dipanggil ‘Dee’.. inget gak? inget gak? Oh.. gak inget? Yasudah 😦

Oke, sorry gak lucu! Sekarang serius, aku mau memperkenalkan diriku disini terlebih dahulu sebelum nantinya aku bakal menuhin halaman ini dengan tulisan-tulisan yang… yaah, you know laah… hahaha 😀 (paansi dee!)

Namaku Dian. Teman-temanku biasa panggil aku Dee. Ingat, Dian yang bukan Sastrowardoyo dan Dee yang bukan Lestari, ingat itu, ini penting! Wkwkwk.. Aku asli keturunan Jawa, walaupun kadang banyak orang yang kira aku ini orang Sunda. Abdi oge teu nyaho naha tiasa kitu? (laaah… itu bisa ngomong sunda wkwkwkk..) Ehtapi serius, banyak yang bilang logat bicaraku engga kayak orang jawa. Mana aku tau yakaan? Apa aku harus salahkan daun yang jatuh? Atau aku harus bertanya pada rumput yang bergoyang? Entahlah.. 😦

Iya, aku ini orang Jawa, Wong Jowo. Aku berasal dari kota kecil di kaki gunung Sumbing dan Sindoro. Kalian pasti pernah dengar Kabupaten Magelang kan? Nah, aku berasal dari kota sebelahnya wkwkwkk.. Temanggung Bersenyum! Tinggal di Temanggung sampai lulus SMA, kemudian lanjut kuliah di Universitas Sebelas Maret Solo tapi tinggalnya di Yogyakarta (Nah, piye kui? hahaha..) dan sampai akhirnya aku terdampar di negeri F4 ini dengan perjuangan yang sangat sangat berat karena sampai sekarang aku belum berhasil nemuin dimana lokasi Meteor Garden itu berada 😦 😥

Yasudahlah ya.. Semoga kalian betah pantengin blog aku dan suka dengan tulisan-tulisan aku yang nantinya bakal aku post disini. Siapa tau kita jodoh! (ehgimana) :/

(Ini apasih gaje banget -_-)

Salam Aksara!

Wassalamualaikum..